Dwisetiati's Blog

Just another WordPress.com site

Macam – Macam Perikatan

pada Juni 5, 2012

Macam – Macam Perikatan

Macam – macam perikatan adalah sebagai berikut :

  1. Perikatan berisyarat

Adalah suatu perikatan yang digantungkan pada suatu kejadian dikemudian hari yang masih belum tentu akan atau tidak terjadi.

  1. Perikatan yang digantungkan pada suatu ketetapan waktu.

Perbedaan antara ketetapan bersyarat dengan ketetapan waktu adalah:

a. berupa suatu kejadian atau peristiwa yang belum tentu atau tidak akan terlaksana.

b. suatu hal yang pasti akan datang meskipun mungkin belum dapat ditentukan kapan datangnya.

  1. Perikatan yang membolehkan memilih.

Ini adalah suatu perikatan dimana terdapat dua atau lebih macam prestasi sedangkan kepada si berhutang diserahkan yang mana ia akan lakukan.

  1. Perikatan tanggung menanggung.

Ini adalah suatu perikatan dimana beberapa orang bersama-sama sebagai pihak yang berhutang berhadapan dengan satu orang yang menghutangkan atau sebaliknya.

  1. Perikatan yang dpat dibagi dan tidak dapat dibagi.
  2. Perikatan dengan penetapan hukuman.
  3. Perikatan yang lahir dari undang-undang.

Perikatan ini terbagi lagi menjadi dua bagian:

1) yang lahir dari undang-undang saja

2) yang lahir dari undang-undang karena perbuatan seseorang

Perikatan yang lahir dari undang-undang adalah perikatan yang timbul oleh hubungan kekeluargaan.

Sedangkan perikatan yang lahir dari undang-undang karena perbuatan seseorang diperbolehkan jika seseorang melakukan suatu pembayaran yang tidak diwajibkan, perbuatan yang demikian menimbulkan suatu perikatan yaitu memberikan hak kepada orang yang telah membayar itu untuk menuntut kembali apa yang telah dibayarkan dan meletakkan kewajiban dipihak lain untuk mengembalikan pembayaran-pembayaran itu

8.   Perikatan yang lahir dari perjanjian.

Untuk menjadi suatu perjanjian yang sah haruslah memenuhi syarat berikut:

a. perizinan yang bebas dari orang-orang yang mengikatkan diri

b. kecakapan untuk membuatsuatu perjanjian

c. suatu hal tertentu yang diperjanjikan

d. suatu sebab yang halal perikatan bisa berakhir apabila:

  1. karena pembayaran
  2. penawaran pembayaran tunai diikuti oleh penyimpanan barang yang hendak dibayarakan itu disuatu tempat.
  3. pembaharuan hutang
  4. kompensasi atau perhitungan timbale balik
  5. pencampuran hutang
  6. pembebasan hutang
  7. hapusnya barang yan dimaksudkan dalam perjanjian
  8. pembatalan perjanjian
  9. akibat berlakunya suatu syarat pembatalan
  10. lewat waktu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: