Dwisetiati's Blog

Just another WordPress.com site

Kodifikasi Hukum

pada Juni 5, 2012

Kodifikasi Hukum

 

Menurut bentuknya, hukum itu dapat dibedakan menjadi :

 

1. Hukum Tertulis (Statute Law = Written Law)

Yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan-peraturan.

 

2. Hukum Tak Tertulis (Unsatatutery Law = Unwritten Law)

Yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak terulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan-peraturan (disebut juga hukum kebiasaan).

 

Kodifikasi adalah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.

 

Unsur-unsur kodifikasi adalah:

  • Jenis-jenis hukum tertentu (misalnya hukum perdata)
  • Sistematis
  • Lengkap

 

Adapun tujuan kodifikasi daripada hukum tertulis adalah untuk memperoleh:

  • Kepastian hukum
  • Penyederhanaan hukum
  • Kesatuan hukum

 

Contoh kodifikasi hukum di Indonesia :

  • Kitab Undang-undang Hukum Sipil (1 Mei 1948).
  • Kitab Undang-undang Hukum Dagang (1 Mei 1948).
  • Kitab Undang-undang Hukum Pidana (1 Januari 1918)
  • Kitab Undang-undang Hukum acara pidana (KUHP), 31 Desember 1981.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: