Dwisetiati's Blog

Just another WordPress.com site

Activity Based Management

pada Juni 5, 2012

Activity Based Management

Activity Based Management (ABM) adalah pengelolaan aktivitas untuk meningkatkan nilai (value) yang diterima oleh pelanggan dan untuk meningkatkan laba melalui peningkatan nilai (value) tersebut. Activity Based Management menggunakan Activity Based Costing sebagai sumber informasinya.

Keunggulan utama pendekatan Activity Based Management adalah sebagai berikut :

  1. Activity Based Management mengukur efektivitas proses aktivitas dalam aktivitas bisnis sebagai kunci dalam mengidentifikasi bagaimana proses dan aktivitas tersebut bisa diperbaiki untuk menurunkan biaya dan meningkatkan nilai (value) bagi pelanggan.
  2. Activity Based Management memperbaiki fokus manajemen dengan cara mengalokasikan sumber daya untuk manambah nilai aktivitas kunci, pelanggan kunci, produk kunci, dan metode untuk mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan.

Activity Based Management menggunakan analisis cost driver, analisis aktivitas dan penilaian kinerja. Analisis cost driver adalah pengujian, kuantifikasi dan penjelasan dampak dari cost driver. Analisis cost driver mencakup lingkup banchmarking, diagram sebab akibat analisis Pareto.

Banchmarking adalah upaya mencapai praktek terbaik dalam industri silang untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal tugas, aktivitas atau proses.

Diagram sebab akibat memetakan sebab-sebab yang dapat mempengaruhi aktivitas, proses atau hasil yang diharapkan. Diagram ini juga sering disebut dengan diagram fishbone, karena bentuknya mirip dengan tulang ikan.

Analisis Pareto adalah alat manajemen yang menunjukkan 20% cost driver yang penting yang mempengaruhi 80% biaya yang dikeluarkan.

Activity Based Management berfokus pada pengidentifikasian aktivitas yang dapat dieliminasi dan meyakinkan bahwa aktivitas yang diperlukan sudah dijalankan secara efisien. Untuk memperbaiki operasi, manajemen harus menghilangkan aktivitas yang tidak efisien dan tidak perlu, menentukan cost driver aktivitas, dan mengubah level cost driver. Di dalam analisis aktivitas ini, manajemen berfokus pada penilaian aktivitas yang dilakukan perusahaan dan membaginya pada dua kelompok besar, yaitu aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah.

  1. Aktivitas bernilai tambah, adalah aktivitas yang memberi kontribusi terhadap costumer value dan memberikan kepuasan kepada pelanggan atau organisasi yang membutuhkannya. Misalkan, aktivitas perancangan produk, pemrosesan oleh tenaga kerja langsung, penambahan bahan langsung atau pengirman produk.
  2. Aktivitas tidak bernilai tambah, adalah aktivitas yang tidak memberikan kontribusi terhadap costumer value atau terhadap kebutuhan organisasi. Misalkan, reparasi mesin, inspeksi atau penyimpanan produk.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: