Dwisetiati's Blog

Just another WordPress.com site

Lembaga Sosial

pada Oktober 25, 2011

LEMBAGA SOSIAL

 

Pengertian Lembaga Sosial

Menurut Hoarton dan Hunt, lembaga sosial sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyangkut nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Menurut Leopold Von Weise dan Becker : Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

Menurut Robert Mac Iver dan C.H. Page : Lembaga sosial adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

Menurut Koentjaraningrat, Lembaga sosial merupakan suatu system norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Ciri-Ciri Lembaga Sosial

Ciri-Ciri lembaga sosial menurut Gillin & Gillin:

a. Pola pemikiran dan perilaku terwujud dalam aktivitas masyarakat

b. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu

c. Mempunyai satu atau beberapa tujuan

d. Ada alat kelengkapan untuk mencapai tujuannya

e. Memiliki lambang yang merupakan simbol yang menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga

f.  Memiliki tradisi yang tertulis dan tidak tertulis

Tipe-tipe lembaga sosial

a. Berdasarkan sudut perkembangan

Berdasarkan sudut perkembangan,tipe lembaga sosial dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Cresive institution yaitu istitusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh institusi agama, pernikahan dan hak milik.

2. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya institusi pendidikan.

b. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat.

Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Basic institutions yaitu institusi social yang dianggap penting untuk memlihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contohnya keluarga, sekolah, Negara dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.

2. Subsidiary institutions yaitu institusi social yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat.

c. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat .

Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat  dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Approved atau social sanctioned institutions yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat misalnya sekolah atau perusahaan dagang.

2. Unsanctioned institutions yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh organisasi kejahatan.

d. Berdasarkan sudut penyebarannya.

Berdasarkan sudut penyebarannya dibagi menjadi 2, yaitu:

1. General institutions yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Contohnya institusi agama

2. Restrikted institutions intitusi social yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu, contoh islam, protestan, katolik dan budha.

e. Berdasarkan sudut fungsinya

Berdasarkan sudut fungsinya dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Operative institutions yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh institusi ekonomi.

2. Regulative institutions yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tatakelakuan dalam masyarakat. Contoh institusi hukum dan politik seperti pengadilan dan kejaksaan.

Fungsi Lembaga Sosial

Oleh Soejono Soekarto di ungkapkan bahwa lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan.

b. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan

c. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap anggota-anggotanya.

Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah:

   1. Fungsi Manifest atau fungsi nyata

Yaitu fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat.

   2. Fungsi Laten atau fungsi terselubung

Yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak di sadari atau bahkan tidak di kehendaki atau jika di ikuti dianggap segagai hasil sampingan dan biasanyatidak dapat diramalkan.

Tujuan Lembaga Sosial

Menurut Kontjaraningrat, tujuan lembaga sosial adalah:

   1. Lembaga sosial yang memenuhi kebutuhan sosial dan kekerabatan (domestic institution) Contoh: perkawinan, keluarga dan pengasuhan anak.

   2. Lembaga sosial yang berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, dan memdistribusikan barang. Contoh: pertanian, perikanan, perternakan, koprasi dan perdagangan.

   3. Lembaga sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan. Contohnya, SD, SMP, SMA, perguruan tingi, tempat-tempat kursus, dan pesantren.

   4. Lembaga sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manuaia (scientific institution) Contohnya: ilmu pengetahuan, metode ilmiah, dan penelitian.

   5. Lembaga sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan rohani atau batin dalam dalam menyatakan rasa keindahan dan kreasi.

   6. Lembaga sosial yangbertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan (religious institution), contoh: pura, mesjid, gereja, mecaru, odalan, mekarya, tahlilan, kebaktian dan sebagainya.

   7. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan untk mengatur kehidupan berkelompok serta bernegara (political institution) contoh: pemerintahan, kepolisian, kehakiman, dan partai politik.

   8. Lemaga sosial uyang bertujuan mengurus kebutuhan jasmani manusia (somatic institution) contoh: pemeliharaan kesehatan, kecantikan, dan kedokteran.

Proses pertumbuhan lembaga sosial.

Timbulnya institusi sosial dapat terjadi melalui 2 cara yaitu :

1. secara tidak terncana

Secara tidak terencana maksudnya adalah institusi itu lahir secara bertahap dalam kehidupan masyarakat, biasanya hal ini terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang sangat penting. Contohnya adalah dalam kehidupan ekonomi, dimasa lalu, untuk memperoleh suatu barang orang menggunakan system barter, namun karena dianggap sudah tidak efisien dan menyulitkan, maka dibuatlah uang sebagai alat pembayaran yang diakui masyarakat, hingga muncul lembaga ekonomi seperti bank dan sebagainya.

2. secara terencana

Secara terencana maksudnya adalah institusi muncul melalui suatu proses perncanaan yang matang yang diatur oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang. Contohnya lembaga transmigrasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai cara untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk. Singkat kata bahwa proses terbentuknya lembaga social berawal dari individu yang saling membutuhkan. Saling membutuhkan ini berjalan dengan baik kemudian timbul aturan yang disebut norma kemasyarakatan. Norma kemasyarakatan dapat berjalan baik apabila terbentuk lembaga sosial.

Sumber:

http://www.scribd.com/doc/20386389/Makul-Sistem-Usaha-Kesejahteraan-Sosial-Pengertian-Dan-Ciri-Lemsos

http://okayana.blogspot.com/2009/11/lembaga-sosial-lembaga-keluarga.html

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: