Dwisetiati's Blog

Just another WordPress.com site

Manajemen produksi

pada Desember 20, 2010

Bab 7

Manajemen produksi

 

1. Perkembangan Manajemen Produksi

 

Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor :

 

•     Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi.

Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik.dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.

 

•     Revolusi Industri

Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan teknik di Eropa. Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya,sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.

Perkembangan revolusi industri terlihat pada :

1. Bertambahnya penggunaan mesin

2. efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja,

3. Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi.

4. meluasnya system perbankan dan perkreditan.

 

•     Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)

Sehingga pada banyak hal manajer produsi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.

 

•     Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.

Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :

1. Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku

2. Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah

3. pelatihan pekerja dengan metode baru

4. pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaa atas proses kerja.

 

2. Pengertian Manajemen Produksi

 

Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu

a. Adanya orang yang lebih dari satu

b. Adanya tujuan yang ingin dicapai

c. Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut

 

Definisi Manajemen Produksi menurut:

1. Oleh Agus Ahyari :

Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.

2. Oleh Sukanto :

Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang ada.

 

3. Pengertian Produksi

 

Dalam arti sempit produksi adalah kjegiatan yang menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.

Produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.

 

4. Proses Produksi

 

Keputusan yang termasuk dalam kategori ini pada prinsipnya berkaitan dengan penentuan wahana atau fasilitas fisik yang dipergunakan untuk terjadinya transformasi input menjadi produk / jasa. Keputusan yang dimaksud meliputi :

  • Teknologi produksi
  • Type peralatan
  • Jenis proses dan aliran proses produksi
  • Tata letak fasilitas

 

Pada umumnya keputusan – keputusan yang diambil dalam kategori ini berdampak jangka panjang dan tidak mudah diubah dalam waktu yang singkat (long term strategic decision)

 

Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi :

a. Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian :

- Proses produksi terus menerus (Continuous production)

- Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)

b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian :

- Proses ekstraktif

- Proses analitis

- Proses pengubahan

- Proses sintesis

 

5. Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi

 

Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :

a.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti

b.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko

c.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti

d.   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain.

 

Bidang Produksi Mempunyai 5 Tanggung Jawab keputusan Utama, yaitu :

1. Proses

2. Kapasitas

3. Persediaan

4. Tenaga Kerja

5. Mutu/Kualitas

6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

 

Penambahan dan perancangan sistem produksi meliputi :

1. Seleksi dan desain hasil produksi

2. seleksi dan perancangan proses serta peralatan

3. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi

4. rancangan tata letak dan arus kerja

5. Rancangan tugas

6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

 

 

6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi

 

Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya, yang meliputi :

a. Seleksi dan design hasil produksi (produk)

b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan

c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi

d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses

e. Perancangan tugas

f.  Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas

 

 

7. Fungsi Serta Sistem Produksi dan Operasi

 

Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan

 

Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi

1. Proses Pengolahan

2. jasa-jasa penunjang

3. Perencanaan

4. pengendalian /pengawasan

 

 

8. Lokasi dan Lay out pabrik

 

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Lingkungan masyarakat

2. Sumber alam

3. Tenaga kerja

4. Transportasi

5. Pembangkit tenaga listrik

6. Tanah untuk ekspansi

 

Metode Pemilihan Lokasi Pabrik

1. Metode kuantitatif : adalah menilai secara kuantitatif baik buruknya suatu daerah untuk pabrik sehubungan dengan faktor-faktor yang terdapat didaerah tersebut, sehingga perusahaan dapat membandingkan keadaan daerah satu dengan daerah lain.

2. Metode kualitatif : adalah konsep biaya tetap dan biaya variabel dari lokasi yang berbeda dapat menciptakan hubungan antara biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

3. Metode transportasi : adalah suatu alat untuk memecahkan masalah yang menyangkut pengiriman barang, dari suatu tempat ke tempat yang lain.

 

Layout Diperlukan Dalam Perusahaan Karena :

1. Adanya perubahan desain produk

2. Adanya produk baru

3. adanya perubahan volume permintaan

4. Lingkungan kerja yang tidak memuaskan

5. Fasilitas produksi yang ketinggalan jaman

6. Penghematan biaya

7. Adanya kecelakaan dalam proses produksi

8. Pemindahan lokasi pasar/konsentrasi terhadap pasar

 

Tujuan Pelaksanaan Layout adalah untuk mendapatkan kombinasi yang paling optimal antara fasilitas-fasiltas produksi.

 

Langkah-Langkah Perencanaan Layout :

1. Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut

2. Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya.

3. Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout.

 

Klasifikasi Perencanaan Layout

1. Adanya perubahan-perubahan kecil dari layout yang ada

2. Adanya perubahan-perubahan fasilitas produksi yang baru

3. Merubah susunan layout karena adanya perubahan fasilitas produksi

4. Pembangunan pabrik baru

 

Macam – Macam Layout

1. Produk layout

adalah berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi.

2. Proses layout

Adalah kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam ruang tertentu.

3. Fixed position (layout kelompok)

Adalah susunan komponen untuk proses produksi diletakkan didekat tempat proses produksi dilaksanakan.

4.  Material handling

Adalah ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.

 

 

Dwi Setiati

22210212

1EB05

 

 

Sumber :

•     Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma

•     Amirullah & Hardjanto,imam. 2005. Pengantar Bisnis. Yogyakarta : Graha ilmu.

•     Handoko,T Hani. 1984. Manajemen. Yogyakarta : BPFE

•     http://www.google.com

•     http://www.wikipedia.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: